Berapa Lama Sindrom Piriformis Bisa Sembuh



Sindrom Piriformis dan Akibatnya pada Tubuh
Seseorang yang mengalami sindrom piriformis mungkin akan merasakan sakit di area pinggul, bokong, atau selangkangan, dan juga merasa tubuh tidak seimbang. Gejala-gejala yang dirasakan pada sindrom piriformis umumnya mirip dengan skiatika.

Sindrom piriformis rentan dialami oleh pengemudi truk, petenis, penggemar olahraga ski, dan pesepeda. Rasa sakit akibat sindrom piriformis dapat menyebar ke tungkai bagian bawah dan akan memburuk ketika Anda berjalan atau jongkok. Tanda lain yang mungkin Anda rasakan namun tidak disadari adalah rasa sakit yang muncul ketika buang air, beranjak bangun dari kasur, sakit di area organ kelamin, nyeri saat menggerakkan paha dan sulit duduk. Pada wanita, sindrom piriformis juga bisa ditandai dengan nyeri saat bersenggama.

Apabila tidak ditangani, nyeri akibat sindrom piriformis dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terlebih karena nyeri ini dapat terpicu ketika sedang duduk, berlari, naik tangga, hingga jika otot piriformis ditekan.

Pilihan Pengobatan Sindrom Piriformis dan Pencegahannya
Untuk membedakan sindrom piriformis dari jenis sakit punggung bagian bawah lain seperti saraf terjepit, kejang otot, cedera otot hamstring dan asam urat, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa pemeriksaan penunjang pada pasien. CT scan, MRI, dan pemeriksaan elektromiografi (EMG) akan dilakukan untuk mengamati otot piriformis, mendeteksi gangguan atau perubahan pada saraf otot, dan mencari tahu faktor penyebab, seperti herniasi bantalan saraf tulang belakang, abses maupun tumor.

Fisioterapi adalah salah satu jenis penanganan pertama yang disarankan bagi penderita sindrom piriformis. Selain istirahat yang cukup, Anda akan dianjurkan untuk mengikuti serangkaian latihan fisik dan peregangan untuk mengurangi tekanan pada saraf sciatic. Anda juga bisa mencoba memberikan kompres dingin pada daerah yang nyeri untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Fisioterapi juga bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan menambah jangkauan gerakan Anda.

Untuk mengurangi risiko sindrom piriformis, langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan adalah menyediakan waktu pemanasan yang cukup sebelum beraktivitas atau berolahraga. Perhatikan juga posisi tubuh ketika berjalan, berlari, atau ketika hendak mengangkat beban berat. Segera hentikan aktivitas jika Anda merasa sakit atau merasa ada yang salah dengan postur tubuh maupun area punggung bagian bawah. Semakin dini sindrom piriformis tertangani, maka semakin besar tingkat kesembuhannya.