Depresi Efek Pasca Stroke Ringan




Depresi Efek Stroke

Serangan stroke dapat membuat penderitanya  mengalami banyak kemunduran fisik dan sulit untuk pulih dari serangan stroke. Hal ini dapat membuat lebih sulit untuk pulih dari kondisi serangan stroke.

Angka kematian lebih tinggi pada orang yang mengalami depresi setelah stroke dibanding yang tidak. Depresi pasca stroke dapat diatasi dengan pengobatan di bawah pengawasan dokter.

Namun begitu dukungan keluarga, perawat, dan terapis amat dibutuhkan sebagai salah satu pendukung utama.

Faktor Risiko Depresi Pasca Stroke

Beberapa hal yang menjadi pemicu depresi pasca stroke seperti :

Penyakit mental sebelumnya
Bila penderita stroke adalah perempuan
Mempunyai kondisi sebelumnya yang dipengaruhi tentang bagaimana kondisi otak Anda, misalnya saja cedera otak traumatis.
Memiliki kesulitan fungsional sebelumnya, seperti mereka itu mungkin disebabkan oleh penyakit Parkinson atau gangguan neuromuskular lainnya.
Bila penderita stroke itu hidup sendiri.
Stroke dapat menyebabkan tingginya risiko terjadinya disabilitas dan masalah neurologis. Misalnya, jika Anda mengalami aphasia (kesulitan bicara dan memahami kata-kata) setelah serangan stroke, akan membuat Anda menjadi tertekan sekali.

Setiap kasus pasca stroke depresi dapat memiliki gejala yang berbeda dan durasi. Kebanyakan gejala muncul antara tiga sampai enam bulan setelah stroke. Namun, bisa juga terjadi setelah beberapa  usai serangan stroke.

Terdapat beberapa kondisi yang dapat menimbulkan risiko terjadinya depresi pasca stroke. Di antaranya kesepian, kurangnya interaksi sosial, genetika, keterbatasan dalam kemampuan fisik dan mental setelah terjadinya serangan stroke.

Depresi Pasien Stroke Memiliki Tanda Sebagai Berikut :

Jika Anda adalah pasien stroke,  anggota keluarga,  perawat, home care,  dan terapis dari seseorang yang baru saja menderita stroke, hati-hati untuk ini sembilan gejala:

Perasaan terus-menerus sedih dan kecemasan
Kehilangan minat dalam kegiatan normal menyenangkan
Perasaan tidak berharga dan putus asa
Kelelahan
Kesulitan fokus dan mudah tersinggung
Pola tidur terganggu, seperti tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit
Kehilangan nafsu makan atau makan berlebihan
Mengurangi minat menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga
Pikiran untuk bunuh diri
Orang-orang yang telah mengalami stroke akan mengalami perubahan mood seperti : kecemasan, lekas marah, agitasi, gangguan tidur, perubahan perilaku, apatis, kelelahan, dan halusinasi.

Sangat penting bagi home care, perawat, dan terapis  menyadari keadaan emosional seseorang yang mengalami stroke. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan diagnosa yang tepat.

Pengobatan untuk depresi biasanya merupakan terapi dan obat-obatan. Ada juga terapi perilaku kognitif adalah terapi yang umum kombinasi digunakan untuk mengobati depresi.

Selain itu yang juga menjadi bagian penting adalah memahami bagaimana obat ini dapat berinteraksi dengan orang lain.  Pastikan Anda bicara dengan dokter untuk pengobatan pada pasien pasca stroke.