Tekanan Darah Tinggi Atau Hipertensi



Tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa diderita siapa saja, tua maupun muda. Yang paling berbahaya dari penyakit ini adalah kadang gejalanya tak terlihat. Si penderita baru menyadari penyakitnya saat sudah akut dan sulit untuk dipulihkan.

Jika ibu atau keluarga memiliki kecenderungan tekanan darah yang tinggi, jangan khawatir, ada cara alami yang bisa dipilih untuk mengatasinya. Mentimun adalah jawabannya.

Mengapa mentimun?

Menurut panduan diet dari Departemen Kesehatan Amerika Serikat, makanan tinggi kalium, magnesium dan serat dapat mengurangi tekanan darah. Dengan dikombinasikan dengan diet yang sehat, makanan tersebut akan mampu menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 5 poin, serta tekanan darah diastolik sebesar 3,5 poin. Mentimun tidak hanya mengandung tinggi tiga nutrisi yang disebutkan diatas, ia juga merupakan sumber Vitamin A dan K, folat, asam caffeic, dan silika. Selain itu juga mengandung vitamin C, yaitu antioksidan kuat yang juga dapat membantu untuk menurunkan tekanan darah.

Selain itu, mentimun juga memiliki kadar sodium yang rendah. Asupan sodium berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, serta menyulitkan untuk diturunkan kembali. Dengan demikian, membantu menurunkan tekanan darah tinggi dengan mentimun adalah pilihan yang tepat.

Kalium juga merupakan mineral yang sangat penting untuk mengontrol tekanan darah. Mentimun adalah sumber terbaik kalium, yaitu menyediakan sekitar 442 mg kalium. Asupan kalium yang direkomendasikan setidaknya adalah 4.700 mg per hari. Selain itu, Sayuran lain dan berbagai jenis buah-buahan, kacang-kacangan , ikan dan yogurt juga merupakan sumber kalium yang baik.

Kiat memilih mentimun

Mentimun termasuk sayuran yang peka terhadap panas. Oleh karena itu, saat membeli mentimun, pilihlah mentimun yang diletakkan jauh dari paparan sinar matahari atau yang tersimpan di bagian rak bersuhu rendah jika berbelanja di supermarket. Secara fisik, timun berbentuk padat dan warnanya hijau agak terang sampai gelap. Hindari memilih timun yang sudah berwarna kuning, terdapat tanda cekungan atau keriput pada kulit, serta agak lembek saat digenggam. Itu berarti timun sudah terlalu tua dan kondisinya sudah membusuk.

Mentimun dapat disimpan dalam kulkas dan bertahan selama beberapa hari. Jika bagian timun tidak digunakan seluruhnya, masih ada sisa untuk disimpan, simpanlah pada wadah plastik berpenutup dan masukkan kembali ke dalam kulkas agar timun tidak kering. Agar masih mendapatkan kualitas mentimun yang baik, bagian yang tersisa tersebut segera digunakan dalam waktu 1-2 hari ke depan. Hindari menyimpan mentimun dalam suhu ruang terlalu lama, karena bisa menyebabkan layu dan tidak segar.