Sakit Nyeri Bagian Leher



Kolesterol yang tinggi disebabkan oleh konsumsi lemak yang tinggi. Hal yang dapat Anda lakukan adalah dengan mengubah pola hidup: memakan makanan dengan zat gizi seimbang (jangan mengonsumsi lemak berlebihan), rajin berolah raga (disarankan minimal 3x/minggu), banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran. Kurangi makanan fast food/ junk food/ gorengan. Bila perlu, dapat diberikan obat kolesterol dan lemak. Contoh obat penurun kolesterol adalah simvastatin, atorvastatin, dan robuvastatin. Contoh obat penyerap lemak adalah orlistat. Namun pemakaian keduanya harus dengan pemantauan dokter karena tentunya memiliki efek samping dan bila pemakaian tidak terkontrol maka akan memberikan efek yang tidak diharapkan.

Makanan yang tinggi akan kolesetrol terutama makanan yang mengandung saturated fat seperti makanan siap saji (seperti chicken nugget, burger, sosis) serta jenis-jenis daging, susu, mentega, roti, hati,  beberapa jenis seafood seperti udang, kepiting, oyster, cumi-cumi dan kerang.

Makanan rendah kolesterol diantaranya:

Ikan, unggas (ayam, bebek) tanpa kulit, dan potongan daging yang tidak mengandung lemak. Makanan dimasak dengan cara dibakar, dipanggang, atau direbus lebih baik dari pada digoreng

Hindari makanan jadi seperti sosis, bacon, salami. Batasi jenis makanan jerohan seperti hati, ginjal, otak

Gunakan susu, keju, yogurt rendah lemak. Gunakan margarin yang rendah lemak dibandingkan mentega.  Batasi kuning telur, putih telur dapat dimakan bebas

Makan sayuran dan buah potong (jangan dijus) serta bahan makanan yang terbuat dari gandum seperti oatmeal, roti gandum

Makanan seperti bawang mentah, salmon, almond, minyak zaitun, alpokat dianjurkan

Banyak makan makanan yang mengandung vitamin C (pepaya, anggur, jeruk, brokoli) dan vitamin E (gandum, almond, kacang tanah)

Seperti yang dijelaskan diatas, dalam batas tertentu kolesterol berguna dalam tubuh untuk membentuk beberapa jenis hormon. Oleh sebab itu kolesterol tidak dapat dihilangkan sama sekali dari tubuh. Yang perlu dilakukan adalah mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga selalu dalam batas normal.

Berikut kami jelaskan mengenai penyebab nyeri kepala yang disertai dengan leher kaku. Nyeri kepala belakang bukanlah tanda dari kolesterol tinggi.

Terdapat beberapa penyebab sakit kepala dan perlu diketahui bahwa sakit kepala umumnya tidak diketahui sebabnya (lebih kurang 90%). Biasanya sakit kepala dapat dicetuskan oleh pola makan tidak teratur, kelelahan, kurang tidur, dsb. Sakit kepala yang tidak diketahui sebabnya ini disebut dengan sakit kepala primer, contohnya adalah migraine dan tension type headache, cluster headache. Sakit kepala yang sebabnya diketahui lebih sedikit (sakit kepala sekunder) dapat disebabkan oleh misalnya sakit gigi, demam, tumor otak, dll.  Sedangkan keluhan pusing biasanya disebabkan oleh vertigo.

Sebagian besar nyeri kepala di daerah belakang dan leher disebabkan oleh tension type headache (TTH).  Bila keluhan sakit kepala seperti tertindih benda berat/diikat dan melibatkan otot-otot leher maka kemungkinan Anda mengalami TTH. Sakit kepala tipe ini seringkali disertai dengan adanya rasa sakit/kaku di bagian leher/tengkuk, yang dapat juga menjalar hingga ke punggung, mata atau otot-otot lainnya di tubuh.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu timbulnya TTH, antara lain :

Stress : biasanya sakit kepala timbul di siang atau sore hari setelah stress bekerja atau ujian

Gangguan tidur

Posisi tubuh yang salah saat bekerja

Waktu makan yang tidak teratur

Kelelahan mata

Penghentian konsumsi kafein

Adakah faktor di atas yang berkaitan dengan rasa nyeri pada Anda? Sesunguhnya nyeri kepala tidak berkaitan secara langsung dengan kadar kolesterol. Apakah Anda pernah melakukan pemeriksaan laboratorium untuk menilai kadar kolesterol dalam darah? Pernahkah Anda mengukur tekanan darah Anda? Apakah hasilnya tinggi?

Sementara ini, yang dapat Anda lakukan saat sakit kepala menyerang adalah;

Menghindari pemicu

Minum obat penghilang rasa sakit, contohnya parasetamol, NSAID (contohnya asam mefenamat)

Istirahat

Apabila setelah minum obat penghilang rasa sakit dan istirahat, rasa sakit tidak berkurang bahkan makin hebat, segeralah datang ke Dokter. Diperlukan pemeriksaan fisik dan penunjang untuk mengetahui penyebab sakit kepala Anda.

Berikut kami lampirkan artikel yang mungkin bermanfaat untuk Anda:

6 Tanda Sakit Kepala Sudah Berbahaya

Migraine Sering Kambuh, Bagaimana Solusinya?

11 Pemicu Sakit Kepala yang Mengejutkan