Terapi Pengobatan Alternatif Sebagai Pelengkap Penyembuhan

Istilah pengobatan komplementer atau alternatif seringkali disalahpahami oleh banyak orang. Sesuai dengan namanya, kata “alternatif” itu sendiri berarti “pilihan lain”. Pengobatan komplementer fungsinya bukan untuk menggantikan, tapi hanya digunakan sebagai tambahan/pelengkap di samping pengobatan medis konvensional. Artinya, terapi penyembuhan penyakit yang ideal seharusnya tetap mengutamakan pengobatan medis dokter.
Pasalnya, pengobatan tradisional tidak menjanjikan kesembuhan untuk penyakit apapun. Pengobatan alternatif yang ada di masyarakat saat ini sebagian besar tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat karena kebanyakan hanya berdasarkan sugesti dan pengalaman dari pasien saja. Sebuah terapi atau obat baru bisa dibilang efektif dan aman digunakan oleh publik ketika sudah diuji berulang kali dan melewati beragam proses pembuktian ilmiah untuk menunjukkan keamanan, efektivitas, serta mutunya.
Kurangnya bukti medis ini dapat diartikan bahwa penggunaan pengobatan alternatif tidak direkomendasikan. Terlebih, masing-masing metode pengobatan tradisional dapat menimbulkan reaksi yang berbeda antar satu orang dan lainnya. Meski punya keluhan sama, belum tentu pengobatan yang ternyata cocok untuk Anda akan memberikan khasiat yang sama pada anak atau tetangga Anda. Selain itu, banyak pakar kesehatan profesional yang percaya bahwa potensi efek samping dari pengobatan tradisional lebih besar dari manfaatnya.

Pengobatan alternatif tetap rentan risiko komplikasi dan efek samping

Pengobatan alternatif biasanya baru menampakkan manfaatnya jika dilakukan rutin dalam jangka panjang. Yang perlu diperhatikan, beberapa bahan atau metode yang dilibatkan dalam pengobatan ini mungkin dapat membawa risiko komplikasi dan/atau efek samping tertentu jika dilakukan terlalu lama atau sembarangan tanpa pengawasan dokter.
Misalnya saja, meski pada umumnya pijat refleksi itu aman, teknik ini dapat menimbulkan kontraksi dini pada ibu yang usia kehamilannya kurang dari 38 minggu. Kontraksi dini menempatkan ibu hamil pada risiko kelahiran prematur dan keguguran. Lain lagi ceritanya dengan metode akupunktur. Jika dilakukan sembarangan oleh terapis yang tidak bersertifikat, jarum berisiko didorong terlalu dalam sehingga bisa menusuk organ internal, khususnya paru-paru. Ini adalah komplikasi yang sangat jarang terjadi di tangan dokter yang berpengalaman.